25 Tahun silam, aku dilahirkan oleh seorang manusia biasa di sebuah desa, tepatnya di Jawa Tengah, nggak usah di sebutin namanya kali ya….coz nggak ada di peta. weh desa banget dunk? hehehe. orang tuaku memberi nama super pendek. ntah pelit atau karena nggak ada ide waktu itu tapi yang pasti namaku hanya terdiri dari 5 huruf yaitu susunan dari A I L P T yang membentuk salah satu dari asmaul husna (cuman pake P bukan F …kesalahan pas nulis ijazah SD).alhamdulillah masih dikasih nama, coba kalo nggak? bingung kan manggilnya?
dari SD sampai sekarang kayaknya memang namaku yang paling pendek di antara temen2, sampai2 waktu SMA guruku berkelakar:”wah enak nih yang nulis ijazah mu, nggak makan waktu” inget kan kalo ijazah selalu ditulis tangan, tapi kalo sekarang ya ngerti juga…mungkin komputerize kali ya?
dan teman sekelas ada yang nyeletuk “kalo ujian ato SPMB (sekarang namanya apa ya?hehehe) paling cepet ngerjain, kan nulis namanya nggak lama!”…ya iyalah secara cuman buletin 5 huruf dan yang lain mpe berhuruf2 panjangnya..hehehe
puncaknya ketika semua siswa di wajibkan mengenakan nama di dada mereka, ternyata namaku lah yang paling keliatan, bahkan dari jauh sekalipun, karena renggangnya jadi keliatan lebih besar.dan celotehan pun muncul “wah km rugi dunk, kan kita bayar (untuk bordir nama) sama….” hehehe…gpp itung2 amal ma tukang bordirnya. ya nggak? _ngeles nih_
dan ketika melewati sekelompok cewek2 dari SMA lain, karena aku berjalan sendirian, sengaja mereka menggodaku dengan memanggil namaku, padahal aku nggak mengenal mereka, demikian juga sebaliknya….fyuh….coba kalo sekarang digodain anak SMA, pasti aku jabanin. sayang anak SMA sekarang manggil aku dengan sebutan ‘OM’…waks…..
pertengahan tahun 2003 aku mulai menginjakkan kaki di ibukota karena tuntunan pendidikan, selepas SMA aku diterima di sebuah Sekolah Tinggi Kedinasan di kawasan Bintaro Jaksel. dan saat itulah pertama kali aku menginjakkan kaki di ibukota negara Indonesia Tercinta yang katanya lebih kejam dari ibu tiri (benarkah?). dan disitulah aku berkenalan dengan beragam manusia dari seluruh indonesia, namun yang sangat disayangkan mereka nggak tau daerah asalku! fyuh…masa katanya Kabupaten Banjarnegara Gilar Gilar tidak ada di peta? yang bener aja!! ya iayalah nggak ada di peta, lha wong mereka nyarinya di peta buta! ato peta amerika, peta afrika, coba cari di peta jawa pasti ada…kecuali mereka belinya peta bajakan. ya nggak sih? makanya stop piracy! hehehe. coba mereka cari di google earth pasti ada.
dan mereka baru tau ada kota (gpp kan aku sebut kota?) namanya Banjarnegara pas ada tragedi di kotaku. tepatnya tragedi vcd capres waktu itu yang sempat rame di televisi beberapa saat. fyuh…padahal kan kotaku terkenal dengan dawet ayunya, sampai2 ada dosen bilang: “untung kamu masuk sini (kuliah di perguruan tinggi kedinasan tersebut), coba kalo nggak, pasti sudah jadi penjual dawet ayu….” dan seisi kelaspun ngakak semuanya…..tapi gapapalah setidaknya ada yang tau ada kota namanya Banjarnegara.
dan sekarang masih tetap setia dengan kemacetan ibukota yang nggak ada matinya, dengan seluk beluk kemahalan dan tingginya biaya hidup apalagi pasca kenaikkan BBM ini _halah_, dengan pengapnya hawa jakarta yang kian panas, berdebu dan penuh polusi, but life must go on……..
salam kenal Lief..
maaf baru melakukan kunjungan balasan
salam kenal balik mbak
gpp…hehehe
Salam Hormat, Salam Senyum Kanggo Sedulur Kabeh
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Perkenalkan, Saya H.M.Jamil,SQ,MPd ingin meminta dukungan Saudara dalam pemilihan Caleg DPR RI PPP Nomor Urut 5 Dapil Kebumen, Banjarnegara & Purbalingga.
Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Salam Hangat buat Keluarga Anda
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.