Today’s DialogueKontroversi RUU Pornografi

24 09 2008

RUU Pornografi kian menuai pro dan kontra, di satu pihak yang pro dengan RUU Pornografi beranggapan bahwa RUU ini ‘wajib’ diundangkan demi moral bangsa, moral generasi muda bangsa ini yang kian hari kian ‘turun’, namun di pihak lain menggangap bahwa RUU ini mematikan kreatifitas dan membatasi ruang gerak bahkan ‘dituding’ mampu menyulut disintegrasi bangsa karena beberapa daerah menolak adanya RUU ini dengan alas an budaya dan sebagainya.

Kira-kira begitulah gambaran Kontroversi RUU Pornografidari Today’s Dialogue di Metro TV semalem. Metro TV menghadirkan 4 Anggota DPR RI, 2 diantaranya Pro RUU yaitu Azlaini Agus dari Fraksi PAN dan Irsyad Sudiro dari Fraksi Golkar. Dan 2 diantaranya Kontra RUU Pornografi yaitu Agung Sasongko dari Fraksi PDI dan Constant M. Ponggawa dari Fraksi PDS.

Constant beranggapan bahwa RUU ini akan membatasi gerak masyarakat Indonesia karena menyangkut cara berpakaian pribadi, bagaimana dengan wisatawan di Bali, sementara salah satu ‘jualan’ Indonesia adalah pariwisata, Agung berpendapat jika RUU ini diundangkan maka dikhawatirkan terjadi disintegrasi Bangsa karena beberapa daerah menolak RUU ini seperti Bali, Sulawesi Utara dan beberapa daerah lainnya. Dan dia juga menyatakan bahwa kemungkinan multi tafsir atas RUU ini sangat besar dan dikhawatirkan akan banyak milisi swasta untuk itu dia meminta RUU ini untuk tidak dilanjutkan.

Sementara Azlaini agus berpendapat bahwa RUU ini ‘mutlak’ adanya demi moral bangsa, moral generasi muda. Karena bagaimanapun pesatnya perkembangan ekonomi suatu Negara tapi kalau moralnya hancur maka akan menjadi bangsa yang rapuh. Agung berpendapat bahwa wisatawan tidak termasuk dalam RUU ini.

Nah, apapun yang terjadi di Senayan sana, mudah-mudahan hati nurani masih berjalan dengan baik, bayangkan bagaimana anak cucu kita nanti kalau tidak ada ‘filter’ untuk suatu hal yang belum seharusnya mereka terima tapi mereka terima lebih awal. Atau bagaimana jadinya generasi ini jika di masa mudanya ‘direcoki’ oleh gambar-gambar porno, film-film yang penuh ketelanjangan (minjem istilah di RUU ini)?





Yth. Bapak Sopir Angkutan Umum (sebuah surat)

17 09 2008
Jakarta, 17 Sepetember 2008
Yth. Bapak Sopir Angkutan Umum
di Jalan


Assalamualaikum

sebelumnya saya minta maaf karena saya menganggu waktu bapak untuk sekedar membaca coretan tanpa makna ini. saya tahu bapak sibuk, dan terus berkejaran dengan waktu. bahkan mungkin 24 Jam sehari bagi bapak terasa kurang.

bapak sopir angkutan umum yang terhormat,
sekiranya bapak mau menepi karena ada penumpang yang hendak turun atau ada penumpang yang hendak naik, bisa kan pak nggak langsung minggir? bapak bisa liat kan dari spion kendaraan bapak kalo ada kendaraan yang lain di sebelah kiri kendaraan bapak? itu sangat membahayakan sekali bagi kendaraan kecil seperti motor saya pak. oia pak, saya mau cerita, pernah nih kemaren mungkin temen bapak, ato orang lain yang saya anggap sebagai temen bapak. waktu itu saya naik motor nggak kenceng malah tergolong pelan, karena jalanan macet, namun tiba2 temen bapak itu dari belakang saya langsung minggir tanpa memperhatikan saya. dan bapak tau apa yang terjadi? saya jatuh pak karena ngerem mendadak. ya saya yakin, bukan sepenuhnya salah bapak, salah saya juga yg kurang hati2. tapi klo misalnya bapak nggak mendadak minggir, mungkin ‘kecelakaan’ itu bisa dihindari.

oia pak, salam buat abang tukang bajaj,  mungkin bapak kenal ma mereka, sekalian bilangin ke mereka kalo mau belok entah ke kanan ato ke kiri suruh nyalain lampu sign-nya, kalo sign-nya rusak bilangin pak untuk dibenerin. jangan sign-nya dipundak, karena klo sign-nya di pundak cuman dia, penumpangnya dan Tuhan aja yang tahu…kendaraan lain di belakangnya nggak tau dia mau belok ato lurus.jelas ini membingungkan kendaraan yang dibelakangnya.

ya sudah pak, cukup sekian dulu pak, nanti kalo ada apa2 lagi saya crita ke bapak lagi. terima kasih karena mau membaca surat ini.

Waalaikumsalam wr.wb