Renungkanlah:
“Hiiiiiiiiiiii…jijik Mbaaaaakkk !!” Teriak adheku, ketika Ia melihatku memunguti ulat yang mengganggu Bunga Kenikirku. Ulat- ulat itu memang sengaja aku kumpulkan begitu saja, tidak langsung kubunuh. Ulat hijau kecil. Deretan Bunga Kenikirku yang hampir berbunga indah daunnya perlahan habis dimakan ulat kecil itu.
Begitu juga dengan pohon Awar-Awar yang kugunakan sebagai pohon peneduh kulihat disana-sini daunnya berlubang. Setelah kuperhatikan, ada beberapa ulat bersarang dibalik daun-daunnya.
Seketika itu timbul ide usilku, kukumpulkan ulat berwarna kuning berbulu lebat itu dan kupindahkan ditanaman kenikir. Sedangkan ulat hijau kecil yang sebelumnya bersarang di Bunga Kenikir kini bertengger manis di pohon Awar-Awar.
“Si Mbak…apaan-apaan sih ? Bukannya dibunuh kok malah di tukar-tukar tempat sih ? Kurang kerjaan aja !! Mbaaaaaaaaaaakkk….Buang dooooooonk..!!” Adheku berteriak makin panik. Ia memang jijik banget dengan berbagai macam jenis ulat. Sering sikapnya menjadi tidak terkontrol kalau mendapati ulat didekatnya. Berteriak-teriak sambil melompat-lompat ngeri. Kalau aku sedang mendapatinya seperti itu, bukannya menolongnya tetapi seringkali aku malah semakin usil. Pura-pura aku lemparkan ulat yang kupegang kearahnya. Dan terdengarlah jeritannya membahana karena jijiknya.
“Diam donk dhe !..Wong ulat ga ada setengah dari kelingkingmu lho ! Besok pagi-pagi baru kita buang.Biarkan semalam mereka menikmati hidup. Udah, Ga usah tereak-tereak..ntar Pak RT yang galak itu kesini, hadepin sendiri lho ya, kalo ga mau diam..” Ancamku akhirnya dan si adhepun diam..walaupun kelihatan sekali ia tidak bias menghilangkan kesan jijiknya.
Keesokan harinya, Subhannallah ulat-ulat itu kembali ketempat semula. Sudah duduk manis di daun-daun seperti semula . Si Hijau ke bunga kenikir sedangkan Bulu Kuning kembali ke pohon Awar-Awar.
Subhannallah , sempurna sekali Allah mengatur rizki bagi makhluk- makhlukNya. Dan hewan-hewan menjijikkan itu begitu qonaah dengan bagiannya. Ia tidak mau mendholimi jatah sodara-sodaranya, walaupun semalam saja. Dan kuingat jenis-jenis ulat-ulat yang lainnya. Ulat pohon Alpokat berbeda dengan ulat pohon Asem, begitu juga ulat pada pohon pisang dll. Tidak ada ceritanya ulat asem iseng icip-icip daun pisang karena penasaran rasa daun pisang misalnya.
Makhluk yang hampir semua manusia menyebutnya dengan makhluk yang menjijikkan sekaligus perusak ternyata Ia patuh dengan titah RobbNya. Mengambil Rizki yang disediakan untuknya, tidak mengambil selainnya sampai tiba masa puasa dan kemudian menjelma menjadi kupu-kupu yang indah.
Seorang Mukmin….Allah SWT memerintahkan untuk memakan RIZKI yang halal untuknya. Tidak selainnya, bagaimanapun ikhtiar yang dilakukan.
Bagaimana andaikan kita mencoba untuk mengambil sesuatu yang haram sebagai rizki kita ? Jangan-jangan dimata Allah SWT kita selain sebagai makhluk pengrusak, kita juga teramat menjijikkan. Melebihi ulat-ulat tersebut.
Kutergugu membayangkan masih ada kalanya begitu mudah menerima uang atau makanan tanpa menanyakan kejelasan asalnya. Padahal Rosullulloh SAW juga mengabarkan kepada kita..Neraka lebih berhak atas tubuh yang dagingnya tumbuh dari makanan haram.
Astagfirullahal adzim. Naudzubillahi min dzalik. Ya Allah ampuni sedikitnya sabar kami atas godaan dunia ini. Wallahualam bis showab !
Buat diri ini dan jjuga sodara2ku…Bersabarlah…Dan Kuatkan kesabaranmu…serta bertaqwalah…semoga Allah mendapatkanmu sebagai orang2 yg beruntung….amien !!
sumber: email