belajar dari idola cilik

5 05 2008

awalnya aku nggak begitu tertarik dengan ajang pemilihan calon bintang cilik ini, coz dulu aku pikir ya nggak sesuai aja sama umur kontestan yang notabene masih belia namun menyanyikan lagu2 orang dewasa. mungkin ada yang sependapat denganku, mungkin juga nggak. tapi yang jelas kemaren waktu rapor idola cilik, kita benar2 bisa belajar dari irva yang begitu tabah menerima ‘kekalahannya’ dan beberapa kali saya menonton rapor idola cilik, beberapa kali pula ia menerima rapor merah, dan wajahnya sama sekali tidak menampakkan kekecewaan, bahkan ketika diberi kesempatan untuk tampil dan memperbaiki penampilan ia tampil dengan baik dan seolah tanpa beban.

hebat.bener2 hebat dan saya mungkin harus belajar dari irva, dari kekuatan dan ketabahannya dalam menjalani ‘ujian’-Nya.

Irva yang dikenal mempunyai vokal yang kuat dan merdu, ternyata hanya bisa bertahan di 11 besar, yah namanya polling sms, dan selera orang beda2 makanya nggak salah juga kalo banyak kontestan yang mungkin lebih rendah ‘kwalitasnya‘ mampu bertahan di kontes ini.

tak jauh berbeda dengan Indonesian Idol yang katanya kontes nyanyi terbesar di tanah air ini, juga nggak beda jauh, ada kontestan dengan kwalitas vokal yang ‘lebih’ ternyata tersingkir dari kontestan yang memiliki tampang ‘enak dilihat’ .

hmmm… kontes nyanyi yang mementingkan tampang… :)