29 04 2009

sudah lama rasanya aku tak menggoreskan titik-titik dari tintaku disini, tuk sekedar menuliskan apa yang ada di pikiranku, apa yang ada di benakku, apa yang aku lihat, apa yang aku rasa. semua begitu sulit, serasa waktu tak lagi memberiku ruang untukku membahasakan apa yang ingin aku katakan. entahlah, mungkin hanya kesempatan yang bisa membuatku kembali menulis.

entahlah, apa yang kini kurasakan, sungguh aku begitu sulit tuk mengungkapkan apalagi membahasakan ke dalam tulisan. ada suka, namun tak lepas dari duka, ada senang namun tak berbeda jauh dengan susah. ah semua bercampur menjadi satu dalam hati ini, semua bertumpuk dan aku tak tahu bagaimana mengeluarkan, bagaimana memecahkan.





drop box…oh drop box

25 03 2009

ada yang tau apa itu drop box? mungkin ada yang mengira itu sebuah kotak untuk menaruh sesuatu, bener banget…..karena drop box itu sebuah kotak untuk menaruh ‘barang berharga’ lagi ‘rahasia’ yang disebut SPT Tahunan. masih berhubungan dengan yang posting sebelumnya, hanya bedanya kalo drop box diperuntukkan untuk SPT Tahunan yang disampaikan secara normal oleh Wajib Pajak.

Drop Box sendiri baru ‘diuji coba’ mulai tahun ini, tahun sebelumnya penerimaan SPT Tahunan hanya bisa dilakukan di KPP dimana Wajib Pajak terdaftar atau disampaikan melalui pos. Namun tahun ini, DJP ‘mengujicoba’ drop box dimana WP dari seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke bisa menyampaikan SPT Tahunannya dimana WP menghendaki. Jadi WP tinggal ke KPP atau lokasi dimana drop box berada (Mall, RS, Pasar atau tempat keramaian lainnya yang ditunjuk KPP setempat), menyampaikan SPT, pulang dan hanguslah kewajiban menyampaikan SPT Tahunan yang melekat pada WP tsb…..hehehe

namun drop box juga nggak begitu memudahkan,bagi sebagian mungkin malah memusingkan….gimana nggak pusing yang biasanya lapor dapat bukti penerimaan surat (BPS), tiba-tiba dengan drop box hanya mendapat selembar kertas yang bentuknya berbeda dari satu KPP ke KPP lainnya. tapi tenang aja, nggak usah kwatir karena ’selembar kertas’ tsb berfungsi sama dengan BPS sepanjang SPT yang disampaikan telah lengkap dan benar. jadi ayo atuh sampaikan SPT Tahunan anda di drop box drop box terdekat…..buruan jangan sampai ketinggalan

***bantuin promosi…..hehehehe





lebah oh lebah

5 01 2009

sunset policy

gara-gara lebah aku lembur hari sabtu, gara-gara lebah aku hampir tahun baruan di kantor dan gara-gara lebah juga cutiku di tolak. eh tapi ini rahasia kita2 aja ya? jangan di kasih tau yang laen.

dan sekarang lebahku umurnya di perpanjang…fyuh….berarti bakal ada lembur lagi. tapi gpp lah aku senang juga kok, gara-gara lebah akhirnya masyarakat Indonesia banyak yang sadar dan peduli pajak. mudah2an bukan hanya karena lebah, tapi juga karena kesadaran mereka akan kemajuan bangsa ini.

mudah-mudahan bukan hanya karena bisa ke luar negeri tanpa membayar fiskal saja yang membuat mereka berbondong2 mendatangi setiap kantor pajak, tapi lebih karena mereka ingin menjadi warga negara yang taat pajak, seperti yang sering aku denger dari para wajib pajak.

lebah…lebah…mudah-mudahan mampu menyengat orang2 yang nggak sadar pajak dan mampu memberi madu pada wajib pajak yang taat pajak

ayoo….wujudkan masyarakat sadar dan peduli pajak





mimpikah aku semalam?

23 12 2008

semalam aku begitu bahagia,ketika aku tahu kamu juga bahagia

entah itu kebahagiaan semu, yang hanya kau tampakkan di wajahmu yang ayu itu, namun tidak di hatimu

semalam aku begitu bahagia, ketika aku bisa menatap wajahmu

dan rasanya mata ini tak mau hengkang dari wajahmu

ketika kubuka mata pagi ini,

sayup sayup kudengar bunyi hujan,

ternyata langit mendukungku untuk melanjutkan mimpiku

sayang alarm terlanjur berdering kencang dan menyuruh aku tuk segerabangkit dari tidur

mudah-mudahan ini bukan akhir dari kebahagiaan ku malam tadi

kalaulah ini semua hanya mimpi,

aku ingin kembali tidur, hingga ku temukan kebahagiaan dalam tidurku





hidup itu

15 12 2008

Kata orang, hidup itu ibarat roda pedati

Kadang di atas

Kadang di bawah

Ketika di atas bersyukurlah

Ketika di bawah bersabarlah

Kata seseorang, hidup itu ibarat rembulan

Suatu ketika bersinar terang secara penuh

Suatu saat hanya bersinar sebagian

Dan ada kalanya tak nampak oleh mata telanjang

Namun bagiku, hidup itu tanggung jawab

Tanggung jawab kepada hidup itu sendiri

Tanggung jawab terhadap kehidupan

Tanggung jawab kepada sesama

Dan tanggung jawab pada-Nya





Untukmu yang aku cinta

12 12 2008

Untukmu yang aku cinta
Aku sadar kau hanya wanita biasa
Namun bagiku kau begitu istimewa
Dan entah mengapa aku begitu cinta

Untukmu yang aku cinta
Aku tahu Cinta bukan berarti harus memiliki
Bukankah hakikat cinta itu memberi?
Bukankah inti dari cinta adalah mengasihi?
Bukankah cinta itu harus saling menyanyangi?

Untukmu yang aku cinta
Aku bahagia ketika kau bahagia
Dan ketika kau bisa bahagia bersamanya
Akupun akan merasa hal yang sama
Meskipun aku sadar, aku akan lebih bahagia ketika kita bisa bersama
Bersama dalam menikmati bahagia

Untukmu yang aku cinta
Cinta hanya sebuah kata
Cinta hanya sebuah bahasa
Cinta hanyalah ungkapan semata
Karena hakikat cinta hanya ada dijiwa

Untukmu yang aku cinta
Semoga kita bisa bahagia
Bersama





Entahlah

14 11 2008

Begitu banyak pikiran terlintas di otakku

Terlalu penuh, sumpek dan rasanya aku tak ingin memikirkannya

Tapi mau tak mau aku harus memikirkannya

Karena semua itu ada dan nyata, setidaknya di pikiranku


Aku heran, aku binggung

Kenapa hanya masalah itu itu saja

Tak pernah berkembang

Tak pernah menemui kemajuan

Seolah semua seolah berhenti di satu titik

Satu titik di mana aku tak menginginkannya





KRL Penuh=Kejahatan Terbuka Lebar

21 10 2008

Anda Tinggal di Jabotabek dan sekitarnya?ato setidaknya pernah mendengar istilah KRL? Anda pasti familiar dengan pemandangan seperti di atas, terlebih pada jam2 sibuk seperti berangkat dan pulang kantor, di jamin pemandangan seperti di atas akan bisa dinikmati dengan mudahnya.

nah masalahnya, bukan rahasia lagi, kalo dalam kesempitan pasti ada sebagian orang yang mengambil kesempatan, baik itu untuk kebaikan seperti berjualan, ato malah untuk kejahatan seperti pencopetan…..fyuh….kalo ngomongin kejahatan yang terjadi di KRL kayaknya nggak akan pernah habis tuk dibahas.

seperti hari sabtu kemaren, yang harusnya menjadi hari yang cerah, banget cerahnya mpe matahari berasa deket banget, so puanasa banget deh jadinya eh kenapa jadi ngomongin matahari? back to the topic sabtu siang, ba’da dhuhur aku ma temenku berniat berkunjung ke rumah temenku di depok, kami menaiki KRL jurusan kota-bogor dari stasiun cawang, kebetulan begitu nyampe stasiun cawang, KRL sudah terlihat, dan seolah tak mau ketinggalan, aku pun langsung menuju loket pembelian tiket, dan tanpa pikir panjang langsung naik sampe temenku agak heran ato mungkin ada firasat ato apalah “yakin, mo naik sekarang?” tanyanya, “iya, kenapa emang?” aku malah balik bertanya…..dan nggak taunya sesampai di stasiun Lenteng Agung temenku nanya “eh aku tadi bawa hape nggak ya?”, “lha tadi kamu bawa nggak?” lagi lagi aku malah balik bertanya. “coba lief telponin, aktif nggak”

tanpa pikir panjang aku keluarin hapeku dan memencet beberapa nomor dan yang terdengar suara operator: “nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi”. katanya dia tadi bawa, berarti COPETTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT……..waks…temenku kecopetan, padahal di atas KRL dia sempet bilang “ih dompetku masih di saku belakang nih” terus beberapa saat kemudian dia memindahkan dompet ke saku depan, eh nggak taunya malah hapenya yang ilang…..fyuh….padahal kata temen sekosku itu hape antik coz di dunia ini cuman ada dua, punya temenku yang ilang, dan satunya punya temenku qeqeqeq….kalo kataku sih mpe NOkia aja mpe lupa kalo pernah mengeluarkan produk itu….qeqeqe

kasian temenku, dulu pernah kehilangan hape, cuman bedanta dulu kayaknya jatuh deh dari saku waktu naik motor, eh sekarang kecopetan di KRL, so waspadalah….waspadalah…karena kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tapi juga karena adanya kesempatan…….





Sang Pencinta Sejati Vs Penggemar

14 10 2008

“Seorang Pencinta Sejati, akan mampu berjanji, sedangkan Penggemar hanya mampu memuji”

begitulah yang aku dengar dari Deddy Mizwar dalam Sinetron Para Pencari Tuhan, entah episode ke berapa, yang jelas menurut temenku justru lebih bagus penggemar, karena dengan memuji ia akan membuat senang orang yang dipuji sehingga ia mendapatkan pahala, sedangkan pencinta sejati memang sanggup berjanji namun belum tentu ia bisa menepati janjinya.

kalo menurutku, aku hanya mau menjadi pencinta sejati yang sanggup memuji namun takkan mampu berjanji, karena bagiku janji begitu berat, janji adalah hutang yang akan terus melekat sampai si empunya mati sekalipun. dan mungkin aku takkan pernah berjanji, yang aku tahu, yang akan aku lakukan adalah aku berusaha. berusaha untuk sebaik mungkin, bukan berjanji.





Today’s DialogueKontroversi RUU Pornografi

24 09 2008

RUU Pornografi kian menuai pro dan kontra, di satu pihak yang pro dengan RUU Pornografi beranggapan bahwa RUU ini ‘wajib’ diundangkan demi moral bangsa, moral generasi muda bangsa ini yang kian hari kian ‘turun’, namun di pihak lain menggangap bahwa RUU ini mematikan kreatifitas dan membatasi ruang gerak bahkan ‘dituding’ mampu menyulut disintegrasi bangsa karena beberapa daerah menolak adanya RUU ini dengan alas an budaya dan sebagainya.

Kira-kira begitulah gambaran Kontroversi RUU Pornografidari Today’s Dialogue di Metro TV semalem. Metro TV menghadirkan 4 Anggota DPR RI, 2 diantaranya Pro RUU yaitu Azlaini Agus dari Fraksi PAN dan Irsyad Sudiro dari Fraksi Golkar. Dan 2 diantaranya Kontra RUU Pornografi yaitu Agung Sasongko dari Fraksi PDI dan Constant M. Ponggawa dari Fraksi PDS.

Constant beranggapan bahwa RUU ini akan membatasi gerak masyarakat Indonesia karena menyangkut cara berpakaian pribadi, bagaimana dengan wisatawan di Bali, sementara salah satu ‘jualan’ Indonesia adalah pariwisata, Agung berpendapat jika RUU ini diundangkan maka dikhawatirkan terjadi disintegrasi Bangsa karena beberapa daerah menolak RUU ini seperti Bali, Sulawesi Utara dan beberapa daerah lainnya. Dan dia juga menyatakan bahwa kemungkinan multi tafsir atas RUU ini sangat besar dan dikhawatirkan akan banyak milisi swasta untuk itu dia meminta RUU ini untuk tidak dilanjutkan.

Sementara Azlaini agus berpendapat bahwa RUU ini ‘mutlak’ adanya demi moral bangsa, moral generasi muda. Karena bagaimanapun pesatnya perkembangan ekonomi suatu Negara tapi kalau moralnya hancur maka akan menjadi bangsa yang rapuh. Agung berpendapat bahwa wisatawan tidak termasuk dalam RUU ini.

Nah, apapun yang terjadi di Senayan sana, mudah-mudahan hati nurani masih berjalan dengan baik, bayangkan bagaimana anak cucu kita nanti kalau tidak ada ‘filter’ untuk suatu hal yang belum seharusnya mereka terima tapi mereka terima lebih awal. Atau bagaimana jadinya generasi ini jika di masa mudanya ‘direcoki’ oleh gambar-gambar porno, film-film yang penuh ketelanjangan (minjem istilah di RUU ini)?